Allah
Ta’ala berfirman,
“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan
berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69)
Beberapa hasil penelitian tentang
madu:
a. Bakteri tidak mampu melawan madu
Dianjurkan memakai madu untuk
mengobati luka bakar. Madu memiliki spesifikasi anti proses peradangan (inflammatory
activity anti)
b. Madu kaya kandungan antioksidan
Antioksidan fenolat dalam madu
memiliki daya aktif tinggi serta bisa meningkatkan perlawanan tubuh terhadap
tekanan oksidasi (oxidative stress)
c. Madu dan kesehatan mulut
Bila digunakan untuk bersikat gigi
bisa memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi, mengobati sariawan dan gangguan
mulut lain.
d. Madu dan kulit kepala
Dengan menggunakan cairan madu
berkadar 90% (madu dicampur air hangat) dua hari sekali di bagian-bagian yang
terinfeksi di kepala dan wajah diurut pelan-pelan selama 2-3 menit, madu dapat
membunuh kutu, menghilangkan ketombe, memanjangkan rambut, memperindah dan
melembutkannya serta menyembuhkan penyakit kulit kepala.
e. Madu dan pengobatan kencing manis
Madu mampu menurunkan kadar glukosa
darah penderita diabetes karena adanya unsure antioksidan yang menjadikan
asimilasi gula lebih mudah di dalam darah sehingga kadar gula tersebut tidak
terlihat tinggi. Madu nutrisi kaya vitamin B1, B5, dan C dimana para penderita
diabetes sangat membutuhkan vitamin-vitamin ini. Sesendok kecil madu alami
murni akan menambah cepat dan besar kandungan gula dalam darah, sehingga akan
menstimulasi sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin. Sebaiknya penderita
diabetes melakukan analisis darah dahulu untuk menentukan takaran yang
diperbolehkan untuknya di bawah pengawasan dokter.
f. Madu mencegah terjadinya radang
usus besar (colitis), maag dan tukak lambung
Madu berperan baik melindungi kolon
dari luka-luka yang biasa ditimbulkan oleh asam asetat dan membantu pengobatan
infeksi lambung (maag). Pada kadar 20% madu mampu melemahkan bakteri pylori
penyebab tukak lambung di piring percobaan.
g. Selain itu madu amat bergizi,
melembutkan sistem alami tubuh, menghilangkan rasa obat yang tidak enak,
membersihkan liver, memperlancar buang air kecil, cocok untuk mengobati batuk
berdahak. Buah-buahan yang direndam dalam madu bisa bertahan sampai enam bulan.
Madu terbaik adalah yang paling
jernih, putih dan tidak tajam serta yang paling manis. Madu yang diambil dari
daerah gunung dan pepohonan liar memiliki keutamaan tersendiri daripada yang
diambil dari sarang biasa, dan itu tergantung pada tempat para lebah berburu
makanannya.
Penyusun:
Ummu Hajar
Penyusun: Ummu Hajar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar